Mimpi Nurshadrina Khaira Dhania untuk hidup di bawah kekalifahan Islam yang murni tampaknya harus dibayar mahal. Tahun 2015 lalu ia dan keluarganya memutuskan pergi ke Suriah. Usianya baru 16 pada saat itu.
Sayang, mimpi atas kehidupan sempurna berlandaskan hukum syariah harus kandas. Sebagaimana ditulis BBC, keadaan di sana tidak sesuai dengan propaganda ISIS yang digembar-gemborkan lewat media sosial selama ini.
Tidak ada pendidikan dan layanan kesehatan gratis seperti yang dijanjikan. Semuanya serba semrawut dan kerap terjadi perkelahian. Kecewa dengan kenyataan tersebut, mereka memutuskan kabur dari Raqqa, yang menjadi basis terbesar ISIS di Suriah kala itu.
Subscribe to:
Comments (Atom)