
Beberapa minggu lalu, saya dan Stockton, teman dari Jerman, lari pagi di sepanjang kaki bukit Mojave Desert dekat rumah. Saya sempat bilang, “Pelan-pelan saja ya. Pusing nih.” Stockton berhenti mendadak, dan memandangku dengan tatapan aneh. Saya terasa mau muntah waktu itu.
Beberapa kilo sebelumnya, kami mendengar gonggongan anjing. Di kejauhan, kami melihat anjing berbulu putih sedang menggonggong, yang suaranya teredam oleh besarnya lahan kosong. Banyak anjing yang tersesat dan hilang di sana. Mereka kabur dari rumah dan mencari perlindungan di bukit. Cuacanya sangat panas dan tak ada air. Banyak ular juga di sana. Mereka bisa saja mati dalam dua hari.
Saya dan Stockton pun mengatur strategi untuk menyelamatkan anjing itu. Kami akan mengejar dan menangkapnya. Setelah itu, kami akan mencari pemiliknya. Kedengarannya mudah, kan? Kami berlari ke arahnya. Anjing itu melihat kami mengejarnya dan dia melarikan diri. Penelitian menunjukkan bahwa manusia akan berlari jauh saat ingin mengejar mangsa—atau anjing, dalam hal ini. Faktanya, manusia harus bisa berlari cepat apabila ingin memburu rusa, kudu, atau antelop beberapa ribu tahun lalu, menurut penelitian lain.